Senin, 31 Agustus 2026

Selasa, 01 September 2026. Bahasa perwatin dan bahasa merwatin dalam bahasa Lampung kelas 4. SD Al Azhar 2 Bandar Lampung




🌺 PEMBELAJARAN 

BAHASA LAMPUNG 🌺

Ragam Bahasa Perwatin dan Merwatin

SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

Fase B / Kelas IV

📚 PERTEMUAN 1

🪪 A. IDENTITAS

👩‍🏫 Nama GuruMutiara Jaurina, S.Pd.
📖 Mata PelajaranBahasa Lampung
📅 Hari/Tanggal01 September 2026
🎓 Fase/KelasFase B / Kelas IV
📚 MateriMengenal Ragam Bahasa Perwatin dan Ragam Bahasa Merwatin dalam Bahasa Lampung
🔢 PertemuanKe-1

🎯 B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menggunakan ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin dalam Bahasa Lampung sesuai konteks komunikasi lisan maupun tulisan sederhana, sebagai wujud penghayatan terhadap nilai kesantunan berbahasa dan pelestarian budaya daerah.

🌟 C. TUJUAN PEMBELAJARAN

🎯 TP Umum

Peserta didik dapat memahami ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin dalam Bahasa Lampung dengan mengenali pengertian dan ciri-ciri masing-masing ragam bahasa, serta membedakannya dengan ragam bahasa biasa.

🌈 TP Ma-Mi-Joy

🧘 Berkesadaran (Mindful)

Hari ini peserta didik belajar mengenal pengertian ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin, mengenali ciri masing-masing ragam bahasa, serta membedakan ragam bahasa Perwatin, Merwatin, dan ragam bahasa biasa.

💡 Bermakna (Meaningful)

Dengan mengenal ragam bahasa Perwatin dan Merwatin, peserta didik mampu memahami bahwa Bahasa Lampung memiliki tingkatan kesantunan yang digunakan sesuai lawan bicara dan situasi.

🎉 Menggembirakan (Joyful)

Peserta didik belajar melalui permainan menebak kartu ungkapan sapaan serta diskusi kelompok mengelompokkan ungkapan menggunakan kartu kata sehingga suasana belajar aktif dan menyenangkan.

🗺️ D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Mengenal pengertian ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin melalui pengamatan contoh percakapan Bahasa Lampung dan penjelasan guru, serta membandingkannya dengan ragam bahasa biasa.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri ragam bahasa Perwatin dan Merwatin melalui permainan kartu kata, kemudian mendiskusikan hasil identifikasi bersama teman dan guru.

💭 E. APERSEPSI SINGKAT

Guru mengajak peserta didik mengamati beberapa gambar/situasi, seperti anak menyapa teman sebaya, anak menyapa kakek/nenek, dan tokoh adat berbicara dalam acara adat.

💬 “Samakah cara kalian berbicara dengan teman dan dengan kakek/nenek?”
💬 “Pernahkah kalian mendengar orang berbicara Bahasa Lampung dengan cara yang halus dan berbeda saat acara adat?”

Guru juga mengajukan pertanyaan pemantik seputar pengertian ragam bahasa dan ungkapan “tabik pun” serta kata “sikam”, dilanjutkan permainan menebak kartu ungkapan sapaan ragam biasa dan ragam hormat.

📚 F. PEMBAHASAN SINGKAT

🕌 1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah

Allah SWT memberikan manusia kemampuan berbahasa agar dapat saling menghormati dan menjaga hubungan baik dengan sesama, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 tentang penciptaan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.

Rasulullah SAW juga bersabda agar setiap muslim berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Bahasa Lampung, ada cara berbicara yang biasa dan ada cara berbicara yang halus untuk menghormati orang lain, sehingga penggunaan Bahasa Lampung yang santun menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus pelestarian budaya daerah.

📖 2. Penjabaran Materi

💜 RAGAM PERWATIN

Bahasa Perwatin yaitu: Bahasa yang tergolong ragam bahasa halus, bahasa yang digunakan dikalangan  perwatin (dewan adat/ kepala adat atau bahasa yang dipakai untuk orang yang dihormati.

Ragam Bahasa Perwatin:

Dialek A                                              Dialek O

Hikam  = Hamba /saya                        Ikam / ekam = Hamba / saya

Gham Ghumpok = Kita Yth                 Gham Ghuppek =Kita Yth

Puskam = Tuan / Anda                        Puskam = Tuan / Anda

Kuti Ghumpok = Tuan-tuan Yth           Metei Ghuppek = Tuan-tuan Yth

Beliyau = beliau / dia                            Beliyau = beliau / dia


Tiyan Ghumpok = Mereka Yth            Tiyan Ghuppek = Mereka Yth

Contoh:
“Tabik pun, puskam haga lapah mit dipa?”

💚 RAGAM MERWATIN


Bahasa Merwatin yaitu: Bahasa yang tergolong ragam bahasa biasa , bahasa yang digunakan  dikalangan  teman sebaya atau bahasa sehari hari.

Ragam Bahasa Merwatin

Dialek A                                             Dialek O

Nyak = Saya                                      Nyak = Saya

Gham = Kita                                       Gham = Kita

Niku = Kamu                                      Nikeu = Kamu

Kuti = Kalian                                       Metei = Kalian

Ya = Dia /ia                                         Yo = Dia / ia

Contoh:
“Niku haga mit dipa?”

Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil membaca beberapa ungkapan/kalimat Bahasa Lampung, mendiskusikan makna dan kesan (biasa/hormat/halus), lalu mengelompokkannya ke dalam ragam Perwatin, Merwatin, menggunakan kartu kata dan LKPD.

Peserta didik berlatih menandai dan mencocokkan kartu label ragam dengan ungkapan yang sesuai, kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

🎬 3. Video Pembelajaran

🎥

Video/PPT Pembelajaran

Ragam Bahasa Perwatin dan Merwatin dalam Bahasa Lampung

▶️ BUKA VIDEO PEMBELAJARAN

*Tautan video dapat disesuaikan dan dilampirkan oleh guru saat mengunggah.

🧰 4. Media / Alat Peraga

🖥️
video dan ppt
Contoh percakapan Bahasa Lampung
🃏
Kartu Ungkapan
Kalimat Bahasa Lampung
📝
LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
📽️
LCD Proyektor
Media digital

📝 5. POST TEST

🎯 LKPD Pertemuan 1

Peserta didik membaca beberapa ungkapan Bahasa Lampung, mengidentifikasi ragam bahasa (Perwatin, Merwatin, atau biasa) dari setiap ungkapan, serta mencocokkan kartu label ragam dengan ungkapan yang sesuai.

✏️ Tugas 1: Bacalah ungkapan Bahasa Lampung dengan teliti.
🔍 Tugas 2: Tentukan apakah ungkapan termasuk Perwatin, Merwatin, atau biasa.
🃏 Tugas 3: Cocokkan kartu label ragam dengan ungkapan yang tepat.

🌱 G. KESIMPULAN / REFLEKSI

📌 1. Kesimpulan

  • Bahasa Lampung memiliki beberapa ragam bahasa, yaitu ragam Merwatin dan ragam Perwatin.
  • Ragam bahasa Perwatin digunakan pada situasi saling menghargai antarpribadi atau kepada orang yang lebih tua.
  • Ragam bahasa Merwatin adalah ragam bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari antarteman sebaya.
  • Mengenal ragam bahasa membantu peserta didik berkomunikasi secara santun dan tepat.

💭 2. Refleksi

Dari hasil pembelajaran yang dilakukan siswa sudah dapat memahami materi terkait bahasa perwatin dan bahasa merwatin dengan baik. Namun, apabila ada siswa yang masih kurang memahami materi  maka sebagai pendidik membimbing dan menjelaskan ulang kepada siswa tersebut.

🏆 3. Capaian Tujuan Pembelajaran

✅ Peserta Didik Tuntas21 peserta didik
📌 Belum Tuntas2 peserta didik
📚 Bahasa Lampung • Fase B • Kelas IV • Pertemuan 1 

Minggu, 30 Agustus 2026

Senin, 31 Agustus 2026. Sumatif Harian Anggota Tubuh dalam Bahasa Lampung Kelas 1. SD Al Azhar 3 Bandar Lampung



🌈 SUMATIF HARIAN 🌈

ANGGOTA TUBUH DALAM BAHASA LAMPUNG

🏫 SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG

📚 Tahun Pelajaran 2026/2027

📝 A. IDENTITAS
1. Nama Guru: Mutiara Jaurina, S.Pd
2. Mata Pelajaran: Bahasa Lampung
3. Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026
4. Fase/Kelas: Fase A / Kelas I
5. Materi: Anggota Tubuh dalam Bahasa Lampung
6. Pertemuan Ke-: 4
🎯 B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali dan memahami kosakata sederhana dalam Bahasa Lampung yang berkaitan dengan lingkungan terdekat dan kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu menyimak, mengenali, menyebutkan, serta menggunakan kosakata Bahasa Lampung secara sederhana dengan percaya diri.

Pada kegiatan sumatif harian, peserta didik menunjukkan pemahaman terhadap kosakata anggota tubuh bagian kepala dan badan dalam Bahasa Lampung, termasuk perbedaan kosakata Dialek A dan Dialek O.

⭐ C. TUJUAN PEMBELAJARAN
🌟 1. TP Umum

Setelah mengikuti pembelajaran dan mengerjakan sumatif harian, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengenali nama anggota tubuh bagian kepala dan badan dalam Bahasa Lampung.
  2. Membedakan kosakata anggota tubuh dalam Dialek A dan Dialek O.
  3. Mengetahui arti kosakata Bahasa Lampung ke dalam Bahasa Indonesia.
  4. Mencocokkan kosakata dengan anggota tubuh yang sesuai.
  5. Menunjukkan pemahaman materi melalui sumatif harian dengan jujur, teliti, dan percaya diri.
💖 2. TP Ma-Mi-Joy

🌱 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan kosakata anggota tubuh dalam Bahasa Lampung dengan anggota tubuh yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

🧠 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mengerjakan sumatif dengan fokus, teliti, jujur, dan bertanggung jawab.

🎉 Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar kosakata Bahasa Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

🛤️ D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
  1. Peserta didik mengenali anggota tubuh bagian kepala dan badan.
  2. Peserta didik mendengarkan dan menirukan kosakata anggota tubuh dalam Bahasa Lampung.
  3. Peserta didik mengenali kosakata Dialek A dan Dialek O.
  4. Peserta didik mencocokkan kosakata Bahasa Lampung dengan artinya dalam Bahasa Indonesia.
  5. Peserta didik mengerjakan sumatif harian untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
💬 E. APERSEPSI SINGKAT

Guru mengawali pembelajaran dengan salam, sapa, dan doa. Guru mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan tubuh yang lengkap dan sehat.

Guru meminta peserta didik menunjuk bagian kepala dan badan yang telah dipelajari.

  • 👀 "Anak-anak, coba tunjukkan mata kalian!"
  • 👂 "Coba tunjukkan kuping kalian!"
  • 👋 "Coba tunjukkan tangan dan jari kalian!"
  • 🦵 "Coba tunjukkan paha dan kaki kalian!"

Guru kemudian mengingatkan kembali bahwa anggota tubuh tersebut memiliki nama dalam Bahasa Lampung dan beberapa kosakata dapat memiliki bentuk berbeda berdasarkan Dialek A dan Dialek O.

Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan mengerjakan Sumatif Harian Anggota Tubuh dalam Bahasa Lampung.

📚 F. PEMBAHASAN SINGKAT
🕌 1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah SWT

Allah SWT menciptakan manusia dengan tubuh yang sempurna. Setiap anggota tubuh memiliki fungsi dan manfaat bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas anggota tubuh yang Allah SWT berikan dan menjaganya dengan baik.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Tin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diajak mengenal anggota tubuh sebagai salah satu bentuk kebesaran Allah SWT serta menjaga dan mensyukuri tubuh yang dimiliki.

🧠 2. Anggota Tubuh Bagian Kepala

Berikut kosakata anggota tubuh bagian kepala dalam Bahasa Lampung berdasarkan Dialek A dan Dialek O.

No.Dialek ADialek OArtinya
1BuwokBuwekRambut
2CupingCupingKuping
3IghungIghungHidung
4IponKedisGigi
5HuluUleuKepala
6MataMatoMata
💪 3. Anggota Tubuh Bagian Badan

Berikut kosakata anggota tubuh bagian badan dalam Bahasa Lampung berdasarkan Dialek A dan Dialek O.

No.Dialek ADialek OArtinya
1DadaDadouDada
2CulukPungueTangan
3BetongBetengPerut
4GheghangaGheghangaouPergelangan Tangan
5PahaPohhoPaha
6CukutKukutKaki
🃏 4. Kartu Kosakata
🧑
BUWOK
BUWEK
Rambut
👂
CUPING
Kuping
👃
IGHUNG
Hidung
🦷
IPON / KEDIS
Gigi
👤
HULU / ULEU
Kepala
👁️
MATA / MATO
Mata
🎬 5. Video Pembelajaran

Video pembelajaran dapat digunakan untuk membantu peserta didik mengingat kosakata anggota tubuh dalam Bahasa Lampung.

▶️ TONTON VIDEO PEMBELAJARAN

*Ganti tanda # dengan link video yang digunakan.

🧰 6. Media / Alat Peraga
🖼️ Gambar
🃏 Kartu Kata
📊 PPT
📄 LKPD
👧 Anggota Tubuh Konkret
📝 7. Post Test / Sumatif Harian

🌈 SUMATIF HARIAN 🌈

Materi: Anggota Tubuh dalam Bahasa Lampung

📊 PEDOMAN PENILAIAN

Setiap jawaban benar mendapat skor 10.

Jumlah soal: 10 soal

Skor maksimal: 100

💡 G. KESIMPULAN / REFLEKSI
🌟 1. Kesimpulan

Pada pembelajaran dan kegiatan sumatif harian hari ini, peserta didik telah mempelajari nama anggota tubuh bagian kepala dan badan dalam Bahasa Lampung.

Pada anggota tubuh bagian kepala, peserta didik mengenal kosakata Buwok/Buwek yang berarti rambut, Cuping yang berarti kuping, Ighung yang berarti hidung, Ipon/Kedis yang berarti gigi, Hulu/Uleu yang berarti kepala, serta Mata/Mato yang berarti mata.

Pada anggota tubuh bagian badan, peserta didik mengenal kosakata Dada/Dadou, Culuk/Pungue, Betong/Beteng, Gheghanga/Gheghangaou, Paha/Pohho, dan Cukut/Kukut.

Peserta didik juga belajar mengenali perbedaan kosakata antara Dialek A dan Dialek O serta memahami arti masing-masing kosakata dalam Bahasa Indonesia.

Pembelajaran ini diharapkan dapat menambah kosakata Bahasa Lampung peserta didik, menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah, serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas anggota tubuh yang telah diberikan.

🪞 2. Refleksi

Refleksi pembelajaran: Dari hasil sumatif harian, peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar.

Kendala : Masih ada satu atau dua peserta didik yang harus dibimbing dalam mengerjakan soal.

Tindak lanjut : Pendidik membimbing peserta didik tersebut dan memberikan motivasi supaya dapat menyelesaikan mengerjakan soal sumatif.

Jumlah siswa yang paham/belum paham : 14 Paham/ 1 masih blm paham atau perlu bimbingan


📊

Senin, 31 Agustus 2026. Sumatif Harian SPOK Bahasa Lampung Kelas 4. SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

                                 

IDENTITAS

Nama                       : Mutiara Jaurina, S.Pd
Hari / Tanggal         : Senin, 31 Agustus 2026
Fase / Kelas             : B / 4  
Mata Pelajaran        : Bahasa Lampung
Materi                     : Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) — Kalimat Berpola SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) 

APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Api kabar puari sai sholih/sholihah? Sagou-sagou muakhi sedang di dalom kaadaan sehat rik semangat nutuk pelajaran Bahasa Lampung dilom rani inji nggih. Sebelum ram mulai, jak ram ingok jama kebesaran Allah SWT. Allah Maha Khaliq, sai radu nyiptako ram sunyinni, termasuk lidah rik akal pikiran sai dijuk untuk belajar rik nyanjung bahasa daerah kham, Bahasa Lampung. Allah muga Maha Malik, sai selalu meliharako rik ngedok ram, sehinggo ram masih dijuk kesempatan untuk sinjang belajar rani inji. Rani inji, kham lain belajar materi baru, tapi kham haga nyoba sunyin sai radu dipelajari tentang kalimat berpola SPOK. Sebagai bentuk syukur atas ilmu sai radu Allah juk, mari ram kerjako Sumatif Harian inji jama sungguh-sungguh, jujur, rik penuh percaya diri.

CP (Capaian Pembelajaran) : Peserta didik mampu memahami dan menyusun kalimat sederhana Bahasa Lampung berpola SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) dengan tepat, serta mampu mengidentifikasi unsur-unsur kalimat tersebut dalam sebuah teks atau ujaran.

TP (Tujuan Pembelajaran) :

  • Melalui kegiatan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, murid mampu menjelaskan pengertian kalimat berpola SPOK dengan tepat.
  • Melalui latihan menyusun kata, murid mampu merangkai kata-kata acak menjadi kalimat Bahasa Lampung berpola SPOK yang benar.
  • Melalui kegiatan mengenal kebesaran Allah di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap jujur, tenang, dan percaya diri saat mengerjakan soal sumatif. (Mindful)
  • Melalui kegiatan evaluasi mandiri, murid mampu menunjukkan semangat dan tanggung jawab dalam menyelesaikan Sumatif Harian. (Joyful)

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) :

  • Guru membuka kelas dengan salam, apersepsi, dan mengajak murid mengingat kembali materi kalimat berpola SPOK yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
  • Murid dan guru melakukan tanya jawab singkat mengenai kepanjangan S, P, O, K serta contoh kalimat sederhana dalam Bahasa Lampung.
  • Guru menyampaikan aturan pengerjaan Sumatif Harian (waktu pengerjaan, jujur dan mandiri).
  • Murid mengerjakan 10 soal esai Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) secara mandiri.
  • Guru mengumpulkan hasil pekerjaan murid dan menutup pembelajaran dengan refleksi singkat.

Model / Metode : Tanya Jawab dan Tes Tertulis (Evaluasi Sumatif)

Penjabaran Materi :

  1. Ringkasan Materi Kalimat berpola SPOK adalah kalimat yang tersusun atas empat unsur, yaitu:
  • S (Subjek) : pelaku atau yang dibicarakan dalam kalimat.
  • P (Predikat) : kata kerja atau tindakan yang dilakukan subjek.
  • O (Objek) : sesuatu yang dikenai tindakan oleh predikat.
  • K (Keterangan) : informasi tambahan seperti tempat, waktu, atau cara.

Contoh: "Ani ngebaco buku di kelas." → Ani (S), ngebaco (P), buku (O), di kelas (K).

Soal Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) — Bahasa Lampung Kelas 4

  1. Jelasko sai dimaksud jama kalimat berpola SPOK!
  2. Sebutko kepanjangan S, P, O, K dalam kalimat!
  3. Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat berpola SPOK: di lapangan – Tono – bumain – bola!
  4. Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat berpola SPOK: ngebeli – Indui – sayuran – di pasagh!
  5. Perhatiko kalimat berikut: "Ani ngebaco buku di kelas." Tentuko mano sai termasuk S, P, O, K!
  6. Perhatiko kalimat berikut: "Budi nganik nasi di dapok." Tentuko pola kalimat tersebut!
  7. Buatko satu kalimat Bahasa Lampung sai berpola SPOK!
  8. Perhatiko kalimat berikut: "Randi ngawil iwa di sungai." Tentuko Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan!
  9. Buatko kalimat berpola SPOK dengan menggunakan kata "Mengan" sebagai Subjek!
  10. Buatko kalimat Bahasa Lampung yang memiliki pola SPOK!
Kunci Jawaban: 

    1. Kalimat berpola SPOK adalah kalimat yang memiliki Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan.
    2. S = Subjek P = Predikat O = Objek K = Keterangan
    3. S = Tono P = bumain O = bola K = di lapangan
    4. S = Indui P = ngebeli O = sayuran K = di pasagh
    5. S = Ani  P = ngebaco O = buku K = di kelas
    6. S = Budi P = nganik O = nasi K = di dapok
    7. S = Rina P = ngebaco O = buku K = di kelas
    8. S = Randi P = ngawil O = iwa K = di sungai
    9. S = Mengan P = nganik O = nasi K = di dapok
    10.  S = Siti P = nulis O = surat K = di kamar

Kesimpulan / Refleksi :

KESIMPULAN

Kalimat berpola SPOK adalah kalimat yang terdiri dari Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K). Subjek menunjukkan siapa yang melakukan kegiatan, predikat menunjukkan kegiatan atau tindakan yang dilakukan, objek menunjukkan sesuatu yang dikenai tindakan, sedangkan keterangan menjelaskan tempat, waktu, atau keadaan terjadinya kegiatan.

Dalam Bahasa Lampung, peserta didik dapat belajar menyusun kata menjadi kalimat yang runtut dengan memperhatikan pola SPOK. Contohnya, “Tono bumain bola di lapangan.” Pada kalimat tersebut, Tono sebagai Subjek, bumain sebagai Predikat, bola sebagai Objek, dan di lapangan sebagai Keterangan.

Refleksi pembelajaran: Dari hasil sumatif harian, peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar.

Kendala : Masih ada satu atau dua peserta didik yang harus dibimbing dalam mengerjakan soal.

Tindak lanjut : Pendidik membimbing peserta didik tersebut dan memberikan motivasi supaya dapat menyelesaikan mengerjakan soal sumatif.

Jumlah siswa yang paham/belum paham : 22 Paham/ 1 masih blm paham atau perlu bimbingan

Kamis, 27 Agustus 2026

Jumat, 28 Agustus 2026. Nama jari dalam Bahasa Lampung Kelas 1. SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

                                     

IDENTITAS

1. Nama Guru           : Mutiara Jaurina, S. Pd.

2. Hari / Tanggal       : Jumat, 28 Agustus 2026

3. Fase / Kelas           : Fase A / Kelas I

4. Mata Pelajaran      : Bahasa Lampung

5. Materi                     : Nama Jari-Jari dalam Bahasa Lampung

6. Pertemuan Ke       : ke-3

Apersepsi

Guru mengucapkan salam, menyapa peserta didik, mengecek kesiapan belajar, kemudian mengajak peserta didik mengingat kembali nama anggota tubuh yang telah dipelajari.

Guru menunjukkan gambar tangan dan lima jari, kemudian bertanya:

·         “Ada berapa jari pada satu tangan?”

·         “Siapa yang tahu nama jari-jari dalam Bahasa Lampung?”

·         “Apa kegunaan jari-jari dalam kehidupan sehari-hari?”

Penyampaian Kebesaran Allah SWT:

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT (Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME)

Allah SWT berfirman, "Dialah yang menciptakan kamu..." (QS. Al-Mulk: 23). Anak-anak, Allah SWT menciptakan tangan, kaki, dan jari-jari dengan fungsi yang sangat penting. Dengan tangan kita dapat menulis, makan, dan membantu orang lain. Dengan kaki kita dapat berjalan dan berlari. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah SWT dengan menjaga kesehatan anggota tubuh serta mempelajari nama-namanya dalam Bahasa Lampung sebagai bentuk mencintai budaya daerah.erta didik mengucapkan:

“Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas tangan dan jari yang Engkau ciptakan untuk kami.”

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu menyimak dan memahami kosakata sederhana Bahasa Lampung tentang anggota tubuh serta meresponsnya secara lisan.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1.      Mengenal nama lima jari tangan dalam Bahasa Lampung melalui gambar dengan benar.

2.      Menyebutkan nama jari-jari dalam Bahasa Lampung dengan pelafalan yang tepat.

3.      Mencocokkan gambar jari dengan kosakata Bahasa Lampung yang sesuai.

4.      Menunjukkan jari yang disebutkan guru menggunakan Bahasa Lampung.

5.      Peserta didik mampu memperhatikan dan menyimak penjelasan guru dengan fokus. Mindful Learning (Berkesadaran).

6.      Peserta didik mampu menghubungkan nama jari dalam Bahasa Lampung dengan kegiatan sehari-hari. Meaningful Learning (Bermakna).

7.      Peserta didik mampu belajar kosakata jari melalui gambar, permainan sederhana, dan latihan dengan percaya diri. Joyful Learning (Menggembirakan). 

Kriteria Pembelajaran.

1.      Mengingat kembali nama anggota tubuh yang telah dipelajari.

2.      Mengamati gambar tangan dan lima jari.

3.      Mengenal nama jari-jari dalam Bahasa Lampung.

4.      Menyimak penjelasan guru mengenai nama dan letak setiap jari.

5.      Menunjukkan jari sesuai kosakata yang disebutkan guru.

6.      Mencocokkan gambar jari dengan kosakata Bahasa Lampung.

7.      Melengkapi kosakata nama jari yang belum lengkap.

8.      Menjawab pertanyaan sederhana tentang nama jari dalam Bahasa Lampung.

9.      Merefleksikan kosakata yang sudah dipahami dan yang masih sulit.

10.  Menyimpulkan manfaat mempelajari nama anggota tubuh dalam Bahasa Lampung.

 

Model / Metode : Tanya jawab, mengamati gambar, latihan individu, dan permainan sederhana.

Penjabaran Materi

A. Materi Pokok

Peserta didik mengenal nama anggota tubuh bagian tangan, kaki, dan khususnya lima jari tangan dalam Bahasa Lampung.

Kosakata yang digunakan mengikuti kosakata yang tersedia dalam modul dan disesuaikan dengan kosakata Bahasa Lampung yang digunakan di sekolah. Materi utama meliputi:

DIALEK A

DIALEK O

ARTINYA

Kedimpu

Kelippue

Ibu Jari

Penunjuk

Telunjuk

Jari Telunjuk

Ghenghangau

Ceghangau

Jari  Tengah

Jaghi Manis

Anak Mayau

Jari Manis

Kecik

Kecik

Jari Kelingking

Peserta didik juga memahami bahwa setiap jari mempunyai letak dan nama yang berbeda.

B. Kegiatan Pembelajaran

Guru:

1. Menampilkan gambar tangan dan lima jari.

2. Menyebutkan nama jari dalam Bahasa Lampung.

3. Meminta peserta didik mengulang secara bersama-sama.

4. Menunjukkan salah satu jari dan meminta peserta didik menyebutkan namanya.

5. Memberikan latihan mencocokkan gambar dengan nama jari.

6. Memberikan latihan melengkapi kosakata.

7. Memberikan pertanyaan sederhana secara lisan.

Peserta didik:

1. Mengamati gambar.

2. Menyimak penjelasan guru.

3. Menirukan pelafalan nama jari.

4. Menunjukkan jari sesuai perintah.

5. Mencocokkan gambar dengan kosakata.

6. Mengerjakan latihan secara mandiri.

7. Menjawab pertanyaan guru.

C. Media Pembelajaran

·         Gambar tangan dan jari-jari/ jari-jari sendiri

·         Buku siswa

·         video pembelajaran sederhana tentang anggota tubuh dalam Bahasa Lampung

Penggunaan gambar dan video sesuai dengan media yang tercantum dalam modul ajar.

D. Latihan / Post Test

A. Isilah dengan jawaban yang tepat!

1.      Jari yang berada di samping telunjuk disebut jari ….

2.      Jari yang paling kecil disebut dalam bahasa lampungnya ….

3.      Jari yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu disebut dalam bahasa lampungnya jari  ….

4.      Ada … jari pada satu tangan.

5.      Jari yang paling balak dalam bahasa lampung  disebut ….

B. Praktik sederhana

Guru memberikan perintah:

“Tunjukko jari telunjuk!”

Peserta didik menunjukkan jari yang dimaksud dan menyebutkan namanya dalam Bahasa Lampung.

Kunci Jawaban dan Pembahasan

  1. Jari tengah
    Pembahasan: Jari tengah berada di antara jari telunjuk dan jari manis.
  2. Kecik
    Pembahasan: Kecik merupakan jari yang berukuran paling kecil.
  3. Penunjuk
    Pembahasan: Jari penunjuk digunakan untuk menunjuk sesuatu.
  4. Lima
    Pembahasan: Satu tangan memiliki lima jari.
  5. kedimpu
    Pembahasan: kedimpu (jempol) merupakan jari yang paling besar dan berada di bagian samping tangan.

Untuk praktik, jawaban dianggap benar apabila peserta didik mampu menunjukkan jari yang sesuai dengan perintah dan menyebutkan nama jari tersebut dengan tepat. Bentuk asesmen ini sesuai dengan modul, yaitu menunjukkan jari, menyebutkan nama dalam Bahasa Lampung dan Bahasa Indonesia, serta mencocokkan gambar dengan nama jari.

Kesimpulan / Refleksi

A. Kesimpulan

Pada pembelajaran hari ini peserta didik mengenal nama anggota tubuh bagian jari-jari dalam Bahasa Lampung. Peserta didik belajar mengenali lima jari, mengetahui letaknya, mencocokkan gambar dengan kosakata, serta menunjukkan jari sesuai perintah guru.

Mempelajari nama anggota tubuh dalam Bahasa Lampung membantu peserta didik menambah kosakata dan ikut melestarikan bahasa daerah.

RRefleksi pembelajaran: dari hasil pembelajaran materi nama jari dalam bahasa lampung. Peserta didik semua sudah dapat memahami materi tersebut dengan baik. Namun, ada satu atau tiga siswa  yang masih belum memahami materi tersebut oleh karena itu, pendidik memberikan penjelasan ulang terhadap peserta didik yang belum memahami materi tersebut supaya peserta didik tersebut dapat memahaminya.

Jumlah siswa yang paham/belum paham : 27 siswa/ 3 siswa 

Rabu, 2 September 2026. Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk dalam Bahasa Lampung kelas 5. SD Al Azhar 2 Bandar Lampung

  📚🌸📝 PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk Fase C • Kelas V • Pertemuan Ke-1 • 2 JP 🌱 Meaningful 🧠 Mindful ...