IDENTITAS
Hari / Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026
Fase / Kelas : B / 4
Mata Pelajaran : Bahasa Lampung
Materi : Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) — Kalimat Berpola SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan)
APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb. Api kabar puari sai sholih/sholihah? Sagou-sagou muakhi sedang di dalom kaadaan sehat rik semangat nutuk pelajaran Bahasa Lampung dilom rani inji nggih. Sebelum ram mulai, jak ram ingok jama kebesaran Allah SWT. Allah Maha Khaliq, sai radu nyiptako ram sunyinni, termasuk lidah rik akal pikiran sai dijuk untuk belajar rik nyanjung bahasa daerah kham, Bahasa Lampung. Allah muga Maha Malik, sai selalu meliharako rik ngedok ram, sehinggo ram masih dijuk kesempatan untuk sinjang belajar rani inji. Rani inji, kham lain belajar materi baru, tapi kham haga nyoba sunyin sai radu dipelajari tentang kalimat berpola SPOK. Sebagai bentuk syukur atas ilmu sai radu Allah juk, mari ram kerjako Sumatif Harian inji jama sungguh-sungguh, jujur, rik penuh percaya diri.
CP (Capaian Pembelajaran) : Peserta didik mampu memahami dan menyusun kalimat sederhana Bahasa Lampung berpola SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan) dengan tepat, serta mampu mengidentifikasi unsur-unsur kalimat tersebut dalam sebuah teks atau ujaran.
TP (Tujuan Pembelajaran) :
- Melalui kegiatan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, murid mampu menjelaskan pengertian kalimat berpola SPOK dengan tepat.
- Melalui latihan menyusun kata, murid mampu merangkai kata-kata acak menjadi kalimat Bahasa Lampung berpola SPOK yang benar.
- Melalui kegiatan mengenal kebesaran Allah di awal pembelajaran, murid mampu menunjukkan sikap jujur, tenang, dan percaya diri saat mengerjakan soal sumatif. (Mindful)
- Melalui kegiatan evaluasi mandiri, murid mampu menunjukkan semangat dan tanggung jawab dalam menyelesaikan Sumatif Harian. (Joyful)
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) :
- Guru membuka kelas dengan salam, apersepsi, dan mengajak murid mengingat kembali materi kalimat berpola SPOK yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
- Murid dan guru melakukan tanya jawab singkat mengenai kepanjangan S, P, O, K serta contoh kalimat sederhana dalam Bahasa Lampung.
- Guru menyampaikan aturan pengerjaan Sumatif Harian (waktu pengerjaan, jujur dan mandiri).
- Murid mengerjakan 10 soal esai Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) secara mandiri.
- Guru mengumpulkan hasil pekerjaan murid dan menutup pembelajaran dengan refleksi singkat.
Model / Metode : Tanya Jawab dan Tes Tertulis (Evaluasi Sumatif)
Penjabaran Materi :
- Ringkasan Materi Kalimat berpola SPOK adalah kalimat yang tersusun atas empat unsur, yaitu:
- S (Subjek) : pelaku atau yang dibicarakan dalam kalimat.
- P (Predikat) : kata kerja atau tindakan yang dilakukan subjek.
- O (Objek) : sesuatu yang dikenai tindakan oleh predikat.
- K (Keterangan) : informasi tambahan seperti tempat, waktu, atau cara.
Contoh: "Ani ngebaco buku di kelas." → Ani (S), ngebaco (P), buku (O), di kelas (K).
Soal Sumatif Harian Ke-1 (Ganjil) — Bahasa Lampung Kelas 4
- Jelasko sai dimaksud jama kalimat berpola SPOK!
- Sebutko kepanjangan S, P, O, K dalam kalimat!
- Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat berpola SPOK: di lapangan – Tono – bumain – bola!
- Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat berpola SPOK: ngebeli – Indui – sayuran – di pasagh!
- Perhatiko kalimat berikut: "Ani ngebaco buku di kelas." Tentuko mano sai termasuk S, P, O, K!
- Perhatiko kalimat berikut: "Budi nganik nasi di dapok." Tentuko pola kalimat tersebut!
- Buatko satu kalimat Bahasa Lampung sai berpola SPOK!
- Perhatiko kalimat berikut: "Randi ngawil iwa di sungai." Tentuko Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan!
- Buatko kalimat berpola SPOK dengan menggunakan kata "Mengan" sebagai Subjek!
- Buatko kalimat Bahasa Lampung yang memiliki pola SPOK!
Kesimpulan / Refleksi :
KESIMPULAN
Kalimat berpola SPOK adalah kalimat yang terdiri dari Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K). Subjek menunjukkan siapa yang melakukan kegiatan, predikat menunjukkan kegiatan atau tindakan yang dilakukan, objek menunjukkan sesuatu yang dikenai tindakan, sedangkan keterangan menjelaskan tempat, waktu, atau keadaan terjadinya kegiatan.
Dalam Bahasa Lampung, peserta didik dapat belajar menyusun kata menjadi kalimat yang runtut dengan memperhatikan pola SPOK. Contohnya, “Tono bumain bola di lapangan.” Pada kalimat tersebut, Tono sebagai Subjek, bumain sebagai Predikat, bola sebagai Objek, dan di lapangan sebagai Keterangan.
Refleksi pembelajaran: Dari hasil sumatif harian, peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar.
Kendala : Masih ada satu atau dua peserta didik yang harus dibimbing dalam mengerjakan soal.
Tindak lanjut : Pendidik membimbing peserta didik tersebut dan memberikan motivasi supaya dapat menyelesaikan mengerjakan soal sumatif.
Jumlah siswa yang paham/belum paham : 22 Paham/ 1 masih blm paham atau perlu bimbingan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar