πͺͺ A. IDENTITAS
π― B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
π C. TUJUAN PEMBELAJARAN
π― TP Umum
Peserta didik dapat memahami ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin dalam Bahasa Lampung dengan mengenali pengertian dan ciri-ciri masing-masing ragam bahasa, serta membedakannya dengan ragam bahasa biasa.π TP Ma-Mi-Joy
π§ Berkesadaran (Mindful)
Hari ini peserta didik belajar mengenal pengertian ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin, mengenali ciri masing-masing ragam bahasa, serta membedakan ragam bahasa Perwatin, Merwatin, dan ragam bahasa biasa.
π‘ Bermakna (Meaningful)
Dengan mengenal ragam bahasa Perwatin dan Merwatin, peserta didik mampu memahami bahwa Bahasa Lampung memiliki tingkatan kesantunan yang digunakan sesuai lawan bicara dan situasi.
π Menggembirakan (Joyful)
Peserta didik belajar melalui permainan menebak kartu ungkapan sapaan serta diskusi kelompok mengelompokkan ungkapan menggunakan kartu kata sehingga suasana belajar aktif dan menyenangkan.
πΊ️ D. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
- Mengenal pengertian ragam bahasa Perwatin dan ragam bahasa Merwatin melalui pengamatan contoh percakapan Bahasa Lampung dan penjelasan guru, serta membandingkannya dengan ragam bahasa biasa.
- Mengidentifikasi ciri-ciri ragam bahasa Perwatin dan Merwatin melalui permainan kartu kata, kemudian mendiskusikan hasil identifikasi bersama teman dan guru.
π E. APERSEPSI SINGKAT
Guru mengajak peserta didik mengamati beberapa gambar/situasi, seperti anak menyapa teman sebaya, anak menyapa kakek/nenek, dan tokoh adat berbicara dalam acara adat.
Guru juga mengajukan pertanyaan pemantik seputar pengertian ragam bahasa dan ungkapan “tabik pun” serta kata “sikam”, dilanjutkan permainan menebak kartu ungkapan sapaan ragam biasa dan ragam hormat.
π F. PEMBAHASAN SINGKAT
π 1. Ayat Al-Qur'an / Kebesaran Allah
Rasulullah SAW juga bersabda agar setiap muslim berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Bahasa Lampung, ada cara berbicara yang biasa dan ada cara berbicara yang halus untuk menghormati orang lain, sehingga penggunaan Bahasa Lampung yang santun menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus pelestarian budaya daerah.
π 2. Penjabaran Materi
π RAGAM PERWATIN
Digunakan pada situasi saling menghargai, misalnya anak kepada orang tua atau kepada orang yang dihormati.
“Tabik pun, puskam haga lapah mit dipa?”
π RAGAM MERWATIN
Digunakan dalam percakapan sehari-hari antarteman sebaya.
“Niku haga mit dipa?”
π§‘ RAGAM BIASA
Peserta didik membandingkan ungkapan Bahasa Lampung dan mengidentifikasi apakah ungkapan tersebut termasuk ragam Perwatin, Merwatin, atau biasa.
Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil membaca beberapa ungkapan/kalimat Bahasa Lampung, mendiskusikan makna dan kesan (biasa/hormat/halus), lalu mengelompokkannya ke dalam ragam Perwatin, Merwatin, atau biasa menggunakan kartu kata dan LKPD.
Peserta didik berlatih menandai dan mencocokkan kartu label ragam dengan ungkapan yang sesuai, kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
π¬ 3. Video Pembelajaran
Video/PPT Pembelajaran
Ragam Bahasa Perwatin dan Merwatin dalam Bahasa Lampung
▶️ BUKA VIDEO PEMBELAJARAN*Tautan video dapat disesuaikan dan dilampirkan oleh guru saat mengunggah.
π§° 4. Media / Alat Peraga
video dan ppt
Contoh percakapan Bahasa Lampung
Kartu Ungkapan
Kalimat Bahasa Lampung
LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
LCD Proyektor
Media digital
π 5. POST TEST
π― LKPD Pertemuan 1
Peserta didik membaca beberapa ungkapan Bahasa Lampung, mengidentifikasi ragam bahasa (Perwatin, Merwatin, atau biasa) dari setiap ungkapan, serta mencocokkan kartu label ragam dengan ungkapan yang sesuai.
π± G. KESIMPULAN / REFLEKSI
π 1. Kesimpulan
- Bahasa Lampung memiliki beberapa ragam bahasa, yaitu ragam Merwatin dan ragam Perwatin.
- Ragam bahasa Perwatin digunakan pada situasi saling menghargai antarpribadi atau kepada orang yang lebih tua.
- Ragam bahasa Merwatin adalah ragam bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari antarteman sebaya.
- Mengenal ragam bahasa membantu peserta didik berkomunikasi secara santun dan tepat.
π 2. Refleksi
Hal yang sudah berjalan baik: …………………………………………………………………
Kendala yang ditemukan: …………………………………………………………………
Respons/keterlibatan peserta didik: …………………………………………………………………
Tindak lanjut pembelajaran: …………………………………………………………………

Tidak ada komentar:
Posting Komentar